Selasa, 04 Oktober 2011

Teknik Kompilasi

Teknik adalah suatu metode atau cara.

Kompilasi adalah suatu proses penggabungan serta menterjemahkan sesuatu (source program) menjadi bentuk lain.
Merupakan Teknik dalam melakukan pembacaan suatu program yang ditulis dalam bahasa sumber, kemudian diterjemahkan ke dalam suatu bahasa lain yang disebut bahasa sasaran. Dalam melakukan proses penerjemahan tersebut, sudah barang tentu kompilator akan melaporkan adanya keanehan-keanehan atau kesalahan yang mungkin ditemukannya. Proses penerjemahan yang dilakukan oleh kompilator ini disebut proses kompilasi (compiling).
Kompilator (compiler) adalah sebuah program yang membaca suatu program
yang ditulis dalam suatu bahasa sumber (source language) dan menterjemahkannya
ke dalam suatu bahasa sasaran (target language).

Proses kompilasi dapat digambarkan melalui sebuah kotak hitam (black box) berikut :
Program sumber                         kompilator                          Bahasa Sasaran

             Pesan-pesan  Kesalahan
                   (error messages)

Proses kompilasi:
-  Mulai dari jenis bahasa
-  Perancangan bahasa pemrograman
-  Translator
-  Proses kompilasi dari fase analisa (leksikal, sintaks, dan semantik) hingga ke fase sintesa (pembentukan dan optimalisasi kode)

Proses kompilasi dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar :
1. analisa : program sumber dipecah-pecah dan dibentuk menjadi bentuk antara (intermediate
representation)
Secara umum proses dalam tahap analis terdiri dari 3 bagian utama, yaitu
1.  Proses analisis leksikal
2.  Proses analisis sintaktik
3.  Proses analisis semantik


2. sintesa : membangun program sasaran yang diinginkan dari bentuk antara
Untuk tahap sintetis terdiri dari 2 bagian utama, yaitu
1. Proses yang menghasilkan kode (code generator)
2. Proses optimasi kode (code optimizer)
Fase-fase proses sebuah kompilasi adalah sebagai berikut :
Program sumber


Penganalisa leksikal
(scanner)


Penganalisa sintaks
(parser)

Pengelola tabel simbol   Penganalisa semantik         Penanganan kesalahan

Pembangkit
kode antara


  Pengoptimal kode


Pembangkit kode


Bahasa sasaran

Program sumber merupakan rangkaian karakter. Berikut ini hal-hal yang dilakukan oleh
setiap fase pada proses kompilasi terhadap program sumber tersebut :

1. Penganalisa leksikal : membaca program sumber, karakter demi karakter. Sederetan
(satu atau lebih) karakter dikelompokkan menjadi satu kesatuan
mengacu kepada pola kesatuan kelompok karakter (token) yang
ditentukan dalam bahasa sumber. Kelompok karakter yang
membentuk sebuah token dinamakan lexeme untuk token
tersebut. Setiap token yang dihasilkan disimpan di dalam tabel
simbol. Sederetan karakter yang tidak mengikuti pola token
akan dilaporkan sebagai token tak dikenal (unidentified token).
Contoh : Misalnya pola token untuk identifier I adalah : I = huruf(hurufangka)*.
Lexeme ab2c dikenali sebagai token sementara lexeme 2abc atau abC tidak
dikenal.

2. Penganalisa sintaks : memeriksa kesesuaian pola deretan token dengan aturan sintaks
yang ditentukan dalam bahasa sumber. Sederetan token yang
tidak mengikuti aturan sintaks akan dilaporkan sebagai
kesalahan sintaks (sintax error). Secara logika deretan token
yang bersesuaian dengan sintaks tertentu akan dinyatakan
sebagai pohon parsing (parse tree).
Contoh : Misalnya sintaks untuk ekspresi if-then E adalah : E → if L then, L → IOA,
I = huruf(hurufangka)*, O → <=><=>=, A → 01...9. Ekspresi
if a2 < 9 then adalah ekspresi sesuai sintaks; sementara ekspresi if a2 < 9 do
atau if then a2B < 9 tidak sesuai. Perhatikan bahwa contoh ekspresi terakhir
juga mengandung token yang tidak dikenal.

3. Penganalisa semantik : memeriksa token dan ekspresi dari batasan-batasan yang
ditetapkan. Batasan-batasan tersebut misalnya :
a. panjang maksimum token identifier adalah 8 karakter,
b. panjang maksimum ekspresi tunggal adalah 80 karakter,
c. nilai bilangan bulat adalah -32768 s/d 32767,
d. operasi aritmatika harus melibatkan operan-operan yang
bertipe sama.

4. Pembangkit kode antara : membangkitkan kode antara (intermediate code) berdasarkan
pohon parsing. Pohon parse selanjutnya diterjemahkan
oleh suatu penerjemah yang dinamakan penerjemah
berdasarkan sintak (syntax-directed translator). Hasil
penerjemahan ini biasanya merupakan perintah tiga alamat
(three-address code) yang merupakan representasi program
untuk suatu mesin abstrak. Perintah tiga alamat bisa
berbentuk quadruples (op, arg1, arg2, result), tripels (op,
arg1, arg2). Ekspresi dengan satu argumen dinyatakan
dengan menetapkan arg2 dengan - (strip, dash)

5. Pengoptimal kode : melakukan optimasi (penghematan space dan waktu komputasi),
jika mungkin, terhadap kode antara.

6. Pembangkit kode : membangkitkan kode dalam bahasa target tertentu (misalnya
bahasa mesin).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar